Tiada Hentinya Gerakan Al-Maun di Implementasikan Muhammadiyah Sebagai Landasan Perikemanusian

Homeliputan4News

Tiada Hentinya Gerakan Al-Maun di Implementasikan Muhammadiyah Sebagai Landasan Perikemanusian

LIPUTAN4.COM, BANTAENG – Kepedulian pasca banjir bandang Kabupaten Bantaeng kini banyak menarik perhatian publik baik Organisasi Kepemudaan, Ormas ser

Baru Menjabat Kasat Reskrim Sudah Berhasil Ungkap Kasus Curas
Kapolres Nagekeo Mengajak Semua Elemen Jaga Kamtibmas
Cegah Karhutla, Kapolsek Bukit Batu   Patroli Titik Api Kawasan Rawan  Karhutla

LIPUTAN4.COM, BANTAENG – Kepedulian pasca banjir bandang Kabupaten Bantaeng kini banyak menarik perhatian publik baik Organisasi Kepemudaan, Ormas serta lembaga birokrasi.

Saat ini datang dari perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan masyarakat Pengcab Bantaeng bersama dengan Pengda Persakmi Sul-Sel melakukan kegiatan bernama Persakmi peduli terhadap korban Banjir bandang Bantaeng.

Di beberapa titik koordinat yang berdampak menjadi sasaran seperti Desa Bonto Jai, Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bonto Atu, Kelurahan Bonto Lebang, Kelurahan Bonto Rita dan Kelurahan Tappanjeng.

Sekitar 200 paket sembako dibagikan kepada warga terutama yang rumahnya rusak. Hadir dalam kesempatan ini adalah perwakilan dari Pengda Persakmi Sul-Sel Ibu Dewi Resky, SKM., M.Kes dan Ketua Pengcab Persakmi Kab. Bantaeng H. Iwan Setiawan,SKM.,M.Kes beserta pengurus lainnya.

Bendahara Persakmi Sul Sel Dwi Resky, SKM.,M.Kes mengatakan bahwa kehadiran kami di Bantaeng sebagai bentuk kepedulian dari seluruh pengurus Persakmi Sul-Sel kepada warga Bantaeng yang berdampak banjir dan memberikan sedikit paket untuk meringankan bebannya.

sementara itu ketua Persakmi Bantaeng H. Iwan Setiawan mengatakan bahwa terima kasih kepada seluruh teman-teman para sarjana Kesehatan masyarakat di Sul-Sel atas kepeduliannya terhadap Kabupten Bantaeng.

“Mudah-mudahan mampu meringankan sebagian beban masyarakat yang berdampak banjir dan warga yang berdampak diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan ini”, tandasnya.

sementara itu salah seorang warga, Hajrah di Be’lang mengatakan terima kasihnya kepada para Sarjana Kesehatan masyarakat atas kepeduliannya semoga Allah SWT membalasnya dan tetap diberi reski yang banyak. 

Dalam kegiatan ini juga di lakukan penyuluhan kesehatan terhadap warga berdampak bagaimana menjaga kesehatan terutama kesehatan lingkungannya pasca banjir serta mengajak mereka untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19 seperti selalu pakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun saat selesai beraktifitas.

The post Tiada Hentinya Gerakan Al-Maun di Implementasikan Muhammadiyah Sebagai Landasan Perikemanusian appeared first on LIPUTAN4.COM.

Loading spinner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: