Sopir Pengangkut Logistik Ikan Gorontalo Utara, Keluhkan Biaya Rapid Test.

Homeliputan4News

Sopir Pengangkut Logistik Ikan Gorontalo Utara, Keluhkan Biaya Rapid Test.

Liputan4.Com.Gorontalo Utara-Dengan berakhirnya Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka jalur pintu masuk keluar di perbatasan Atinggola pun

ANEH…PEMBANGUNAN SDN PELITA KARYA II TANPA PAGU ANGGARAN.
Satu Unit Ruma Di Kelurahan Bone -Bone Terbakar
Kurang pedulinya Pemkot tual dan pemda malra terhadap anak-anak daerahnya yang sedang terjebak dalam pandemi covid 19 di Kota Ambon

Liputan4.Com.Gorontalo Utara-Dengan berakhirnya Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka jalur pintu masuk keluar di perbatasan Atinggola pun sudah dibuka. Akan tetapi untuk masuk ke daerah Gorontalo, tidaklah mudah harus memenuhi syarat masuk.

Foto documet HH: Suasana malam ditapal batas Atinggola (26/06/2020)

Hal ini dikeluhkan oleh Hut Halada, salah satu sopir pengangkut logistic ikan. Hut Halada yang menghubungi awak media ini melalui telepon selularnya, Sabtu (27/06/2020) menyampaikan Saya ini warga Kecamatan Gentuma Raya yang nota bene juga sebagai warga gorontalo, merasa “Heran” memasuki daerah Sulut tidak ada bayaran sepeserpun. 

Sebagai sopir pengangkut logistic ikan harus merogoh kantong setiap 2 minggu sekali sebanyak Rp 250.000,- untuk pengurusan Surat Keterangan Hasil Rapid Test, yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas yang bekerja sama dengan Dokter pemeriksa Klinik Biozigma Medical Centre, hal ini sangat memberatkan karena pendapatan kami cuma habis dibiaya pemeriksaan tersebut, keluhnya.

Foto document HH; ditapal batas Atinggola (26/06/2020)

Kami sopir yang mengangkut Logistik Ikan sering keluar Daerah Khususnya ke Palu hanya dianjurkan untuk membuat Surat Keterangan Berbadan Sehat yang dikeluarkan oleh Puskesmas dan ditandangani oleh Dokter Puskesmas.

Yang jadi persoalan setelah kami mau mengurus surat keterangan berbadan sehat pihak Puskesmas yang ada di Gorut mereka tidak berani mengeluarkan surat itu, sebab belum ada instruksi dari Pemda Gorut, kata Hut Halada.

Bagi kami Puskesmas yg tidak Ada Tenaga Dokter kami bisa maklumi tapi bagaimana dengan Puskesmas yg ada tenaga Dokter, kenapa Daerah lain di Provinsi Gorontalo boleh mengeluarkan surat itu, tapi aneh di Gorut kenapa tidak bisa, sambung Hut Halada.

Foto document HH; Surat “CINTA”

Kasihanilah kami di masa Pandemi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kalau tanpa surat “CINTA” Ini kami tidak bisa jalan, keluh Hut Halada. (Gery)

The post Sopir Pengangkut Logistik Ikan Gorontalo Utara, Keluhkan Biaya Rapid Test. appeared first on LIPUTAN4.COM.

Loading spinner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: