MAHASISWA ARU DAN KEI DESAK PEMDA PERCEPAT BANTUAN COVID DI DAERAH PERANTAUAN ( KOTA AMBON)

Homeliputan4News

MAHASISWA ARU DAN KEI DESAK PEMDA PERCEPAT BANTUAN COVID DI DAERAH PERANTAUAN ( KOTA AMBON)

Liputan4.com_Peristiwa penyebaran pandeemic covid-19  di Maluku tentunya sangat membahayakan kondisi sosial masyarakat. Sejak virus ini mulai mewabah

KASUS PEMERASAN PT. PP: TM Mangkir dari Panggilan Kepsta TVRI NTT
Ketum GMNI Aryo Umasugi Sesalkan Sikap Riswan Abas Yang Membawa Nama Lembaga Tanpa Koordinasi.
Allamdulillah, Dua Warga Sinjai Lagi Dinyatakan Sembuh Dari Covi-19

Liputan4.com_Peristiwa penyebaran pandeemic covid-19  di Maluku tentunya sangat membahayakan kondisi sosial masyarakat. Sejak virus ini mulai mewabah di seputaran wilayah Maluku dalam kurun waktu 5 bulan lebih, bayangkan apa yang dirasakan masyarakat ketika berhadapan dengan  ganasnya pandemic. Sesungguhnya kehidupan di tengah pandemic tidak sama seperti yang sembelumnya, dengan pola hidup yang baru dan amat terasa se-akan-akan masyarakat dipaksakan untuk beradaptasi dalam situasi ini. Virus yang kerap di disebut corona cukup berbahaya jika suatu wilayah tengah terpapar dengan virus yang memiliki dampak buruk dan dapat mempengaruhi stabilitas hidup masyarakat secara holistik.Berikut ini dalam soal penyebaran pandemic covid-19 di kota Ambon. Problematika yang saat ini sementara di hadapi masyarakat kota Ambon, tidak lain adalah virus corona. Kota Ambon sediri berdasarkan pengamatanya termasuk salah wilayah dari 34 provinsi di indonesia yang sudah menciptkan eskalasi pasien terinfeksi covid-19 kurang lebih 500-an. Oleh karena itu masalah covid ini sudah seharunya di sikapi secara serius.  Selain itu, dampak dari masalah covid sunguh merugikan, mulai dari aktivitas sosial budaya, aktivitas perekonomi dapat di batasi pada hal, pada hakekatnya semua itu sebagai kekuatan untuk menunjang kehidupanya setiap masyarakat. Sayangnya dalam konteks ini banyak pembatasan yang terjadi  lewat aturan-aturan atau protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah dalam hal ini, sosial distancing,phisical distansing, lokedown, PSBR, PKM, sampai PSBB yang sudah di lalui Kota ambon.
Namun sejauh ini, fakta sosial yang  diarasakan berbading terbalik dengan yang di harapkan. Misalnya, efektivitas penanganan covid belum tercapai,kemudian penyaluran bantuan belum di rasakan sepenuhnya oleh masyarakat kota Ambon secara kolektif. Apa lagi kondisi masyarakat yang bukan penduduk asli kota Ambon, dalam hal ini adalah Mahasiswa yang sementara menumpuh studi di kota Ambon. tentu merasakan banyak kekurang dan kendala hidup dalam menghadapi serangan covid-19, yang cukup mengerihkan bahkan stabilitas hidup mahasiwa di kota Ambon ikut berpengaruh buruk akibat potensi covid yang menjadi mimpi buruk setiap masyarakat maupun mahasiswa, mulai dari kebutuhan makan minum sehari-hari, pekerja,serta kebutuhan kampus yang ikut di pengaruhi.
Mahasiswa yang dimaksudkan adalah. Mahasiswa yang datang dari Kab,kepulauan Aru,Kota Tual, dan Maluku Tenggara. Dilihat dari jumlah/kuantitas mahasiwa yang bearsal dari dua daerah tersebut, tentu masih dalam jumlah yang besar. Maka seharunya dalam menghadapi situasi covid semacam ini, perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah masing-masing untuk melihat  kondisi anak-anaknya yang sementara mengeyam pendidikan di kota Ambon. Mahasiswa yang berasal dari dua daerah tesebut termasuk dalam kelompok mahsiswa yang tidak berkesempatan pulang ke kampung halamanya, karena beberapa faktor yang menjadi pertimbanganya antara lain,adalah akses transportasi yang di tutup, kemudian proses kuliah yang masih berjalan sehingga dalam situasi ini mahasiswa di paksakan untuk berdiam diri di kota Ambon demi melanjtukan studinya meskipun di tengah panasnya virus corona.  
Meskipun banyak kebutuhan mahasiswa yang berasal kabupaten ini yang mengalami kendala besar , namun semangat untuk mengajar cita-citanya tak kunjung berhenti ibarat hujan yang bukan dijadikan sebagai kendala dalam beraktivitas. namun sejauh ini yang menjadi persoalan adalah sikap keprihatinan pemerintah yang belum dapat di wujudkan kepada mahasiswanya yang terpapar covid di kota Ambon. Ironisnya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) belum sama sekali dirasakan oleh mahasiswa yang berasal dari kepulauan Aru dan Kepulauan kei Di kota Ambon. pada hal dalam situasi covid sudah ada kebijkan langsung dari pemerintah pusat  bahwa APBD dapat di alokasikan untuk penanganan pada tiap-tiap wilayah yang terpapar covid-19.
Demikian narasi ini dibuat besar harapan kami atas nama mahasiswa kepulauan Aru dan Kepulauan kei yang tergabung dalam dua organisasi daerah di antaranya Pesekutuan Aru Tengah (PAT) yang di pimpin oleh SOLEMAN ELPUPIN dan Persatuan Mahasiswa Evav(PERMAVA) yang di pimpin oleh WILSON RAHAYAAN,SE. melalui pesan ini semoga pemerintah lebih cepat dan bergerak untuk memperhatikan kondisi kehidupan mahasiswanya yang sementara mengalami kesengsaraan di tanah  perantauan (KOTA AMBON

The post MAHASISWA ARU DAN KEI DESAK PEMDA PERCEPAT BANTUAN COVID DI DAERAH PERANTAUAN ( KOTA AMBON) appeared first on LIPUTAN4.COM.

Loading spinner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: