Kurang pedulinya Pemkot tual dan pemda malra terhadap anak-anak daerahnya yang sedang terjebak dalam pandemi covid 19 di Kota Ambon

Homeliputan4News

Kurang pedulinya Pemkot tual dan pemda malra terhadap anak-anak daerahnya yang sedang terjebak dalam pandemi covid 19 di Kota Ambon

Dari kota Ambon di tetapkan sebagai zona Merah sampai pada kota ambon diberlakukan psbb, Pemerintah KotaTual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara

KASUS PEMERASAN PT. PP: TM Mangkir dari Panggilan Kepsta TVRI NTT
Seorang Ibu Temukan Anaknya Tewas Gantung Diri Di Rumahnya
Wisata Alam Sanghiyang Kenit, Tempat Wisata Alternatif di Bandung Barat

Dari kota Ambon di tetapkan sebagai zona Merah sampai pada kota ambon diberlakukan psbb, Pemerintah KotaTual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tutup mata.
Tepatnya 22/06/2020 kota Ambon berlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini kemudian dapat menunjukan bahwa adanya pembatasan-pembatasan aktifitas masyarakat kota Ambon.
Diberlakukan Psbb di kota ambon banyak mendapatkan sorotan baik dari masyarakat biasa sampai pada kalangan elit politik.

Namun kemudian penerapan psbb ini juga dapat menyebabkan banyak keluhan yang kemudian akan terjadi kesusahan, dalam hal ini aktifitas manusia dibatasi.
Dan untuk pemerintah kota tual dan pemerintah kabupaten maluku tenggara. Jika psbb ini memakan waktu sampai berbulan-bulan bagaimana nasib anak-anak daerah yang sementara berada di kota Ambon.

Mulai dari kota Ambon ditetapkan sebagai zona merah dalam hal, semakin bertambah pasien dan semakin cepat penyebaran covid-19 di kota Ambon. Sampai pada kota Ambon berlakukan PSBB. Apa yang kalian sudah lakukan terhadap kami yang masi terjebak dalam sikon seperti ini.
Sesuai bunyi alenea ke-4 pembukaan UUD 1945 “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Poin-poin yang di sebutkan di atas itu akan terwujud ketika generasi-generasi kita cerdas. Namun ketika kita masi memperjuangkan dan mengejar kecerdasan tersebut di tanah orang dan kita ditimpah oleh suatu musibah seperti ini. Kemudian pemerintah daerah maluku tenggara dan pemkot tual tidak mengibah bahkan membiarkan kita sendiri melawan dan melewati sikon ini bagaimana poin-poin di atas dapat terwujud.

Manakah peran kalian. Dimanakah diri kalian pemkot tual dan pemda malra. apakah respon kalian terhadap kami yang sementara dilema dan terjebak dalam kondisi ini.

Jika tidak mampu untuk membiayai kami dalam sikon seperti ini, biarkan kami pulang ke rumah kami masing-masing agar kalian tidak terlihat terbebani oleh kami.
Kemampuan kita terbatas.

DANIEL RAHAKBAUW
MAHASISWA UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON

The post Kurang pedulinya Pemkot tual dan pemda malra terhadap anak-anak daerahnya yang sedang terjebak dalam pandemi covid 19 di Kota Ambon appeared first on LIPUTAN4.COM.

Loading spinner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: