Gubernur NTT Berharap Pemasaran Cokelat Kobar Harus Go Internasional

Homeliputan4News

Gubernur NTT Berharap Pemasaran Cokelat Kobar Harus Go Internasional

Liputan4.com, Nagekeo | Dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Nagekeo, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berharap produk Cokelat bata

Tokoh Moi Dan Lahomi Angkat Jempol Kepada Khenoki Waruwu
Audiensi Bersama Bupati, Bawaslu Siap Untuk Mengawal Pilkada Musi Rawas 2020
Kapolsek Kahayan Tengah, Ipda Rozikin S.H, Imbau Desa Binaan Larangan Bakar Hutan Dan Lahan.

Liputan4.com, Nagekeo | Dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Nagekeo, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berharap produk Cokelat batangan di desa Kotawuji Barat Kecamatan Keotengah harus mampu tembus pasar Internasional.

“Saya ingin agar itu menjadi produk terbaik. Kita punya produk-produk harus disiapkan dengan baik, kita berpikir harus eksport ke luar negeri tapi kita juga berpikir bagaimana orang luar bisa masuk ke NTT” ungkap VBL dalam tatap muka bersama Bupati dan masyarakat di Kecamatan Aesesa Sabtu (27/06/2020).

Viktor menargetkan pada tahun 2023 arus kedatangan wisata mancanegara yang akan masuk ke NTT diperkirakan mencapai 40000 orang.

Katanya saat ini provinsi Nusa Tenggara Timur tengah mempersiapkan kedatangan tamu sebanyak 20 Kepala Negara ekonomi maju yang akan berkumpul di Labuan Bajo, Manggarai Barat tahun 2023.

Dengan demikian maka Viktor meminta agar pruduk-produk olahan seperti Cokelat Kobar harus bisa segera dipasarkan di Labuan Bajo, mulai tahun depan.

“Tahun depan cokelat batangan dari Nagekeo apapun itu namanya harus segera ada di sana. Kalau bisa saya coba dulu apa cokelat ini bisa dimakan orang apa tidak” ujar Viktor.

Viktor menyarankan agar Cokelat Kobar bisa didesain olahannya untuk dicampurkan dengan kelor. Soalnya Cokelat Kelor produk asli Nusa Tenggara Timur sudah terlebih dahulu masuk pasar Eropa dan pernah dipamerkan di Pameran Cokelat Internasional di Paris, Perancis.

“Selama ini kita ke Eropa teman-teman banyak yang titip beli cokelat. Titip Cokelat ya, lama-lama kita pikir, ini cokelat di Eropa mereka tanam di mana, tidak ada satu pohon mereka tanam. Itu barang (Cokelat) bawa datang dari Asia, mereka buat cokelat batangan baru kita beli setengah mati. Jadi maksud saya kita tidak perlu beli cokelat sampai ke Eropa, kita harus bisa bekin Coklat sendiri, harus punya toko Cokelat” katanya.

Karena itu Viktor menginginkan bahwa dalam pengolahan produk dari hasil pertanian, masyarakat NTT tidak hanya mampu menjadi pemasok bahan baku semata, tetapi harus mengolah produk siap jual.

“Kita harus mampu menjadi pemasok dan pemain sampai ke and produk. Kelemahan kita adalah hanya menyiapkan bahan baku, untuk proses selanjutnya kita tidak mampu melakukannya dengan baik. Karena itu saya harapkan, saya mau lihat itu Cokelat Kobar, saat ini saya lagi giat-giatnya membangun Cokelat di NTT karena punya prospek yang luar biasa” tutup Viktor. 

Sekedar tahu, Cokelat Kobar merupakan produk cokelat batangan yang diolah dari biji Kakao oleh sekelompok ibu rumah tangga  di Desa Kotawuji Barat Kecamatan Keotengah. Brand Kobar diambil dari nama Desa Kotawuji Barat atau biasa disingkat Kobar.

Meski harganya tergolong murah karena hanya dibanderol per pics Rp. 18.000,00 cita rasanya tidak kalah lezat dari Cokelat hasil produk perusahan cokelat ternama seperti Silverqueen dan yang lainya. (Arjuna)

The post Gubernur NTT Berharap Pemasaran Cokelat Kobar Harus Go Internasional appeared first on LIPUTAN4.COM.

Loading spinner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: