Connect with us
Visi Misi Cabup Toraja

COVID-19

Di Cicalengka : Pandemi Covid-19 Hanya Berlaku Untuk Pendidikan, Tetapi Tidak Untuk Wisata

Published

on

di-cicalengka-:-pandemi-covid-19-hanya-berlaku-untuk-pendidikan,-tetapi-tidak-untuk-wisata

LIPUTAN4.COM, BANDUNG || Pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia saat ini, juga termasuk di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi saat ini, kasus covid-19 di Kecamatan Cicalengka terbilang salah satu yang cukup tinggi diantara Kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung.

Sehingga menyebabkan aktifitas dunia pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka di liburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ironisnya, sementara dunia pendidikan diliburkan, tetapi kegiatan dunia wisata masih dibuka dan berjalan.

Salah satunya terlihat di area obyek wisata Dreamland, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pantauan awak media liputan4.com, area wisata Dreamland begitu padat di penuhi wisatawan lokal, baik wisatawan dari wilayah Cicalengka bahkan banyak dari luar Cicalengka, Minggu (15/11/2020).

Padahal saat ini, obyek wisata Dreamland baru tahap pre-launching belum resmi dibuka. Karena menurut rencana, peresmian baru akan dibuka pada tanggal 28 November 2020.

 

Sementara itu wisatawan banyak yang tidak memperdulikan penerapan penanganan protokol kesehatan covid-19 dilokasi wisata tersebut, dimana masih banyak yang tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan juga mencuci tangan.

Selain itu, begitu banyaknya wisatawan yang ingin berwisata ke Dreamland, menyebabkan kemacetan yang cukup parah hingga mengular sampai wilayah Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Minggu (15/11).

Hal ini, tentunya menjadi tanda-tanya besar untuk masyarakat, kenapa area wisata dibuka, sementara dunia pendidikan masih diliburkan. Seperti yang di sampaikan Ibu Sri (38), menyampaikan, saya heran kenapa tempat wisata ( sebut Dreamland dan Curug) masih terus dibuka, sementara sekolah masih diliburkan.

” Kasihan anak-anak sudah bosan di rumah terus, dan juga saat ini biaya belajar di rumah lebih boros karena harus terus beli kuota, serta terkadang anak susah sekali untuk bisa fokus belajar karena belajarnya sendirian, ” ucapnya.

Lemahnya penerapan protokol kesehatan covid-19 di tempat wisata, dikhawatirkan justru akan menjadi cluster baru penyebaran covid-19. Hal ini, seperti yang dikeluhkan Ardi (40) warga Cicalengka, banyak wisatawan yang datang ke area wisata yang ada di Cicalengka akan mengundang penyebaran virus covid-19, karena wisatawan tidak terkontrol semua, apa mereka positif covid atau tidaknya.

” Saya berharap, Pemerintah bisa tegas menegakkan aturan, jangan sampai wilayah Kecamatan Cicalengka menjadi cluster baru penyebaran covid-19, ” jelasnya.

Sementara itu Asep (45), mengatakan, saya heran kenapa sekolah yang hanya ada puluhan siswa saja diliburkan, sedangkan tempat wisata yang datangnya sampai ribuan tetap dibuka?.

Penulis : kuswandi

 

 

 

 

 

 

Berita dengan judul: Di Cicalengka : Pandemi Covid-19 Hanya Berlaku Untuk Pendidikan, Tetapi Tidak Untuk Wisata, pertama kali terbit di LIPUTAN4.COM, dibuat oleh: Kuswandi Alias akuy

Continue Reading
Comments